Rabu, 20 April 2011

Bertanyalah pada Rumput yang Bergoyang

Oleh: Irfan Fauzi*

Akhir-akhir ini, negeri kita sedang berduka. Banyak bencana datang silih berganti, yang mengakibatkan ratusan nyawa menjadi korban. Belum lagi ditambah dengan kerugian materi yang tak terhitung jumlahnya. Entah mengapa bencana itu datang bertubi-tubi dan silih berganti, seakan-akan alam  ini benci dan marah kepada kita. Sehingga “dia” pun menumpahkan amarahnya melalui bencana yang tak kunjung reda. Nampaknya alam ini mulai enggan bersahabat lagi dengan kita.




Hal ini mengingatkan kita pada sepenggal lirik lagu yang dibawakan oleh Ebit G. Ade, “mungkin alam mulai enggan bersahabat dengan kita. Cobalah bertanya pada rumput yang bergoyang". Dalam artian, kita melihat dan memperhatikan keadaan alam yang ada di sekitar kita. Apa saja yang telah kita perbuat terhadapnya. Apakah kita telah memperlakukannya selayaknya seoang sahabat? Atau selama ini kita tak lebih seperti seorang perampok, yang datang hanya untuk merampas, memeras dan menguras apa yang ada padanya. Setelah itu pergi begitu saja tanpa memikirkan akibatnya.
       

Padahal, firman Allah dalam Alqur'an (Qs 2:30) menjelaskan kepada kita, bahwa kita -umat manusia- diciptakan dengan tujuan untuk menjadi khalifah di dunia ini. Dalam artian, sebagai wakil Allah untuk mengurus, mengelola serta melestarikan alam ini dengan sebaik-baiknya. Bukan malah sebaliknya, merusak dan menghancurkannya. Oleh karena itu, jika seluruh umat manusia menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin niscaya alam ini akan menunjukkan sikap yang bersahabat dan memancarkan pesona keindahan. Dia akan berjalan seiring dan sejajar dengan umat manusia.

Maka pelajaran yang dapat kita petik dari bencana yang silih berganti menimpa negeri ini, marilah kita memperbaiki hubungan kita terhadap alam. Dalam artian kita mencoba untuk menjaga dan memeliharanya dengan sebaik mungkin. Karena tidak mungkin alam ini akan rusak jika kita selalu menjaganya. Begitu pula sebaliknya. Dari itu dapat disimpulkan bahwa, apa yang terjadi di negeri kita saat ini merupakan akibat perilaku kita yang tak bersahabat dengan alam itu sendiri. Sebagaimana firman Allah dalam Alqur'an yangberbunyi:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia dan Allah menhendaki agar mereka measakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali ( pada jalan yang benar)." (Qs: Ar- Rum:41). Wallahu A'lam bish-Shawab. 


*) Penulis adalah mahasiswa STAIL



Baca Selengkapnya......

Sabtu, 12 Maret 2011

KONGRES MAHASISWA HIDAYATULLAH INDONESIA KE 1 DIGELAR

Kurang lebih 150 Pemuda Hidayatullah dari seluruh Indonesia mengikuti pembukaan acara Kongres Mahasiswa Hidayatullah ke-I di Kampus Integral Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, Jum'at (9/4).

Kongres ini mengangkat tema "Optimalisasi Pemberdayaan Pemuda Menuju Kebangkitan Umat dan Keutuhan NKRI". Kongres ini dibuka oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Depok H. Muhammad. Dalam sambutannya Muhammad mengungkapkan, setiap pemuda harus berani dan selalu punya gagasan cemerlang, serta memiliki mental tahan banting.

Muhammad mengatakan, untuk menjadi pemuda yang brilian, maka harus memiliki bekal dan kemantapan dalam 5 hal.

"Yaitu iman yang kuat, ilmu yang luas, ibadah yang baik, istiqomah, dan memikili akhlak yang mulia," cetus Muhammad, dihadapan pesera kongres yang memadati Ruang Aula Utama Baitul Hikmah, Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat.

Selain itu, Muhammad juga memberi apresiasi yang baik atas diselenggarakannya kongres yang baru kali pertama di gelar ini oleh Syabab (pemuda) Hidayatullah.

Apalagi menurut dia, baru kali pertama pula ada organisasi kepemudaan yang telah melakukan kunjungan langsung ke kantor DPRD tempatnya melaksanakan amanat rakyat, dengan melakukan presentasi dan memberikan gagasan tentang pembangunan Kota Depok.

"Saya sangat mengapresiasi diadakannya kongers ini. Apalagi Pemuda Hidayatullah adalah satu-satunya organisasi kepemudaan di Kota Depok yang datang langsung ke kami langsung menawarkan ide-idenya," ungkap dia.   

Sejatinya acara ini juga akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA. Namun karena padatnya jadwal dan agenda, menteri berhalangan hadir.

Sementara itu, Sekretaris Jendreal (Sekjen) Syabab Hidayatullah yang juga panitia pelaksana Kongres Mahasiswa Hidayatullah Ke-I Imam Nawawi, mengatakan tujuan diadakannya acara tersebut dalam rangka mengeratkan konsolidasi gerakan pemuda Hidayatullah seluruh Indonesia.

"Terutama sebagai upaya membangun kesamaan visi organisasi dan lebih mengakarkan tradisi intelektual ideologis para pemuda," kata Imam.

Kongres ini juga mengeluarkan maklumat kepada pemerintah Republik Indonesia agar lebih memberikan perhatian yang lebih serius kepada pengembangan potensi pemuda. Selain itu, menyerukan pula agar pemerintah tetap concern melakukan pemberdayaan ekonomi ummat yang mulai tergerus oleh dominasi kapitalisme global.

Selama kongres berlangsung selama 3 hari tersebut, digelar pula acara selingan berupa seminar dan dialog politik secara interaktif.

Hari Sabtu ini, akan digelar acara seminar bertajuk "Membangun Karakter Mahasiswa, Menuju Indonesia Berperadaban Mulia" yang akan diisi oleh Budayawan Indonesia, Bapak Taufik Ismail.

Sedangkan pada hari terakhir Ahad tanggal 11 April, akan dilaksanakan acara Dialog Politik Interaktif bertema "Pemuda dan Politik Ideologis" yang akan mengadirkan politisi dari Partai Demokrat yang juga mantan anggota Pansus Skandal Bank Century, Faizal Akbar. [ain/www.hidayatullah.com]

Baca Selengkapnya......